Senin, 31 Mei 2010

Demi Uang...Atau..

Pada awal perang dunia II, seorang koresponden perang AS yang berseragam rapi, menyemprotkan minyak wangi sebanyak-banyaknya untuk mengusir apa yang dia pikir sebagai aroma yang memuakkan sebelum ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah rumah sakit primitive di China.

Setelah beberapa saat melakukan tugas peliputan, dirinya sudah hampir pingsan oleh bau mayat dan orang-orang sekarat, perasaannya juga terguncang melihat jerit tangis dari mereka yang terluka. Tak tahan melihat semuanya itu, ia segera pergi keluar untuk mencari udara segar.

Namun justru di luar, kini ia berada tepat untuk menyaksikan penglihatan paling memukau yang ia pernah saksikan sepanjang perjalanannya, Seorang biarawati muda yang cantik, dari Ordo Maryknoll yang berasal dari Amerika, tampak sedang berlutut di hadapan seorang serdadu China yang kotor. Dengan sabar ia sedang membasuh kaki dari serdadu yang membusuk selagi serdadu itu terbaring di tikar yang bau. Koresponden itu memalingkan wajahnya karena jijik.
''Suster,'' katanya, '' Saya tidak akan mau mengerjakan itu walaupun dibayar jutaan dolar.''
Biarawati itu hanya berhenti sejenak dan berkata,'' Saya juga tidak akan mau Pak. Ini saya lakukan bukan karena uang Pak, namun karena kasih.''

Di dunia ini ada pekerjaan-pekerjaan yang lebih berharga nilainya dibandingkan dengan upahnya. Pekerjaan-pekerjaan jenis itu memberikan kesempatan bagi keagungan karakter dari orang yang melakukannya. Jadi, apa motivasi terkuat kita dalam bekerja, yang membuat kita menyambut hari senin pagi bukan dengan kemalasan namun dengan penuh antusiasme? Kalau kita belum mempunyai motivasi yang jelas dan alasan yang kuat mengapa kita bekerja, maka kita tidak akan bertahan apabila diperhadapkan kepada hal-hal yang tidak memberikan imbalan uang secara langsung. Karena pekerjaan-pekerjaan yang besar justru adalah pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat di ukur dengan uang sebagai imbalannya.

''Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu;'' (Yohanes 6:27a)

Tuhan Yesus Memberkati