Minggu, 23 Mei 2010

Kasih Karunia

Seorang karyawan muda diam-diam menyelewengkan beberapa juta uang perusahaan tempatnya bekerja . Saat perbuatan itu terungkap , si pria muda disuruh melapor ke kantor wakil presiden senior. Saat ia naik tangga menuju kantor pejabat administrative itu, hatinya terasa berat. Ia yakin , ia akan kehilangan pekerjaannya itu. Ia juga takut kalau perusahaan akan mengambil tindakan hukum terhadap dia. Tampaknya dalam hitungan detik seluruh dunianya akan runtuh.

Ketika ia sampai di kantor eksekutif senior itu, si pria muda ditanyai tentang seluruh masalah tersebut. Ia mengakui apa yang telah ia lakukan. Si eksekutif lalu mengagetkan dia dengan mengajukan pertanyaan ini padanya,'' Kalau saya tetap mempertahankan Anda di posisi Anda yang sekarang, dapatkah saya mempercayai Anda di masa depan?'' Kini wajah si pria muda berubah menjadi cerah dan berkata, '' Ya pak! Tentu saja! Saya sudah belajar dari kesalahan saya, dan saya pasti tidak akan mengulanginya lagi.''

Si eksekutif lalu berkata,'' Saya tidak akan mengajukan tuntutan dan Anda dapat meneruskan mengemban tanggungjawab Anda yang sekarang.''

Si pria muda mengekspresikan rasa terima kasihnya dengan berbagai ucapan terima kasih dan penghormatan, namun tiba-tiba si eksekutif menghentikan ucapan-ucapan si pria muda sambil berkata, '' Saya rasa Anda perlu tahu bahwa Anda adalah orang ke dua di perusahaan ini yang menyerah pada godaan dan diberi kesempatan untuk memperbaikinya. Saya adalah orang pertama. Apa yang sudah Anda lakukan, dulu juga pernah saya lakukan. Kemurahan yang sekarang Anda terima, dulu juga pernah saya terima. Hanya kasih karunia Tuhanlah yang memelihara kita berdua. Karena saya telah menerima kasih karunia itu, maka sudah sewajarnya dan sudah seharusnya saya juga membagikan kasih karunia yang telah saya terima kepada Anda.


Setiap kita tentu pernah berbuat kesalahan, karena di hadapan Tuhan tidak ada seorangpun yang benar. Kita hanya di benarkan di dalam kristus, karena kita memperoleh kasih karunia dari Allah. Nah, yang menjadi pertanyaan penting adalah, bila kita menjumpai seseorang yang bersalah kepada kita, maukah kita juga memaafkan dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memperbaiki kesalahannya? Karena bila kita telah menerima kasih karunia itu, maka sudah sewajarnya bila kita pun juga membagikannya kepada orang lain.

''Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.'' (Efesus 2:8-90)

Tuhan Yesus Memberkati